Pendahuluan

Tahun 2020, konsumsi susu di Indonesia diprediksi sebesar 6 milyar liter setara susu segar atau 16,5 juta liter per hari. Untuk memenuhinya, minimal dibutuhkan 1.325.000 ekor sapi laktasi (dengan rataan produksi 4.600 liter per laktasi) atau populasi sapi perah 2,6 juta ekor. Sementara ini, produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20% kebutuhan nasional dan sisanya diimpor. Memperhatikan hal ini, usaha peternakan sapi perah prospektif dikembangkan.

 

Di Indonesia usaha peternakan sapi perah didominasi oleh Peternakan Sapi Perah Rakyat (PSPR). Ciri usaha peternakan sapi perah rakyat adalah:

  1. Skala usaha kecil dengan motif produksi rumah tangga;

  2. Dilakukan sebagai usaha sambilan;

  3. Menggunakan teknologi sederhana;

  4. Bersifat padat karya dan berbasiskan anggota keluarga; dan

  5. Kualitas produknya bervariasi.

 

Permasalahan yang dihadapi oleh PSPR antara lain adalah skala usahanya kecil (2-4 ekor), modal dan penguasaan teknologi terbatas, posisi tawar rendah, dan akses informasi terbatas. Akibatnya agribisnis sapi perah berkembang lambat, karena rendahnya keuntungan yang diperoleh oleh peternak.

Populasi sapi perah terbanyak di Indonesia berada di Jawa Timur, salah satunya adalah di Kec. Tutur, Kab. Pasuruan. Perkembangan sapi perah dapat dipacu apabila pendapatan peternak meningkat. Pendapatan peternak akan meningkat apabila peternak dapat melaksanakan usaha peternakannya secara efisien dan ekonomis.

Koperasi sebagai kelembagaan ekonomi masyarakat mempunyai peran cukup besar dalam membantu meningkatkan pendapatan peternak. Koperasi peternakan sapi perah dapat berperan mengelola persusuan dari peternak, mendistribusikan kepada Industri Pengolahan Susu (IPS), serta sebagai perwakilan peternak dalam  memperjuangkan aspirasi peternak. Salah satu koperasi peternakan sapi perah di Jawa Timur adalah  Koperasi  Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Cattle at Sunrise
 

Visi

Sebagai salah satu lembaga penggerak ekonomi kerakyatan berbasis usaha ternak sapi perah terpercaya di Indonesia

Misi

  • Bersama peternak, mengembangkan usaha ternak sapi perah rakyat secara efisien guna meningkatkan pendapatan peternak;

  • Memfasilitasi penyediaan kebutuhan usaha pengembangan peternakan sapi perah rakyat dan kebutuhan hidup lainnya;

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen koperasi dan peternak;

  • Menyediakan jasa konsultasi dan penelitian untuk investasi pengembangan usaha  ternak sapi perah;

  • Berpartisipasi dalam pengembangan potensi daerah.

Tujuan

  • Meningkatkan pendapatan peternak anggota guna meningkatkan kesejahteraannya;

  • Menyediakan fasilitas pelatihan, penelitian, praktek dan konsultasin usaha ternak sapi perah bagi stake holders;

  • Membantu pemerintah dalam penyediaan lapangan kerja;

  • Mendukung pengembangam potensi daerah guna membangun ekonomi kerakyatan.

 

Sejarah KPSP Setia Kawan

  • 1911

    Peternakan Sapi Perah Belanda

    Proses terbentuknya Koperasi ini berawal dari adanya peternakan sapi perah yang telah ada sejak tahun 1911 yang dilakukan oleh orang-orang Belanda yang berdomisili di Nongkojajar. Pada mulanya, tujuan pemeliharaan sapi perah ini untuk mencukupi kebutuhan susu segar bagi orang-orang Belanda.

  • 1959

    Perintisan

    Koperasi

    Peternakan Sapi Perah lama-kelamaan mulai berkembang dikalangan penduduk lokal dengan tujuan:

    • Penghasil Pupuk yang diperlukan dalam bertanam sayur-mayur.

    • Sebagai simpanan dan diharapkan bisa berkembang biak.

    Sehingga setelah kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat dan peternak di Nongkojajar membentuk Koperasi.

    Pendiri Koperasi :

    1. H.A.S.Soebagio

    2. H. Toekiran

    3. M.M.Moenawar

    4. H.Abdul Rachman

    5. H.Mochamad Tohir

    6. H.Mochamad Nur Astam

    7. Digdo Tanoyo

    Pemanfaatan produksi susunya sendiri baru dirintis pada tahun 1959 oleh Bapak Atim yang saat itu menjabat sebagai mantri hewan dengan wilayah pemasaran ke Lawang dan Malang. Karena sifatnya yang mudah rusak, maka peternak sapi perah sering mengalami kesulitan. Apalagi peternak sapi perah di Nongkojajar umumnya para peternak merupakan pengusaha mixfarming sehingga tidak mungkin memasarkannya sendiri-sendiri.

  • 1961 & 1963

    Berdirinya Koperasi Karya

    Koperasi Berdikari

    Belajar dari kesulitan tersebut, di awal tahun 1960, para petani bergabung dan membentuk wadah bersama yaitu koperasi. Pada tahun 1962, terbentuklah Koperasi Karya yang berkedudukan di Wonosari dengan anggota diperkirakan sekitar 50-60 orang peternak. Pada tahun 1964, di Nongkojajar juga berdiri Koperasi Berdikari. Kedua koperasi ini sama-sama menampung dan memasarkan susu sapi.

  • 1967

    Berdirinya

    PKLP Setia Kawan

    Pada tahun 1966, para tokoh di Nongkojajar merintis bergabungnya kedua koperasi tersebut dan akhirnya, pada Juli 1967, Koperasi Karya dan Koperasi Berdikari melebur menjadi Pusat Koperasi Lembu Perah (PKLP) Setia Kawan yang berkedudukan di Wonosari. Dalam Perkembangannya, PKLP Setia Kawan mempunyai 8 koperasi primer sebagai anggota, yaitu :

    • Trisnojoyo di desa Wonosari

    • Tirtorahayu di desa Punging

    • Mardisantosa di desa Andonosari

    • Karunia di desa Tutur

    • Ngudiharjo di desa Kayukebek

    • Mardi Rukun di desa Gendro

    • Sido Rukun di desa Tlogosari

    • Mardi Tresno di desa Balarang

  • 1977

    Berdirinya KPLP Setia Kawan

    Berdasarkan Himbauan Gubernur Jawa Timur (Soenandar Priyosoedarmo alm) untuk menyederhanakan struktur organisasi, maka pada tanggal 31 Desember 1977, Pengurus Pusat dan Primer dari desa-desa, sepakat mengadakan amalgasi (penggabungan) antara delapan primer menjadi satu yaitu Koperasi Peternakan Lembu Perah (KPLP) Setia Kawan.

    Bertitik tolak dari pengalaman sulitnya pemasaran air susu segar, maka Koperasi dengan semua perangkatnya berupaya mencari dan meningkatkan pemasaran air susu segar. Pada tanggal 16 mei 1979, KPSP Setia Kawan memulai kerjasama dengan PT FSI di Waru Sidoarjo dengan mengirim susu sapi sebanyak 349 liter (kg).

  • 1987

    Bergabung dengan KUD Tani Makmur

    Pada tanggal 7 Agustus 1987 dari hasil Rapat Anggota KUD Tani Makmur Nongkojajar memutuskan agar KUD Tani makmur menggabung ke Koperasi Setia Kawan dengan cara merger.

  • 1990

    Berdirinya KUD Setia Kawan

    Untuk meningkatkan pelayanan yang lebih luas, maka pada tanggal 21 Februari 1990, Koperasi Peternakan Lembu Perah Setia Kawan merubah status menjadi KUD Setia Kawan. Akte Perubahan ini disyahkan oleh Departemen Koperasi dengan Badan Hukum Nomor 4077/BH/II/1978

  • 1998

    Berdirinya KPSP Setia Kawan

    Pada perkembangannya, bentuk usaha KUD membuat bidang usahanya tidak terkonsentrasi pada pengembangan susu segar. Akhirnya pada tahun 1996, KUD Setia Kawan merubah status kembali menjadi KPSP (Koperasi Peternakan Sapi Perah) Setia Kawan yang berkedudukan di Nongkojajar.

Struktur Organisasi*
*) Sesuai dengan UU no. 25 tahun 1992
 
WhatsApp Image 2020-12-31 at 07.13.04.jp
Struktur Pengurus

Koperasi KPSP Setia Kawan dikelola secara modern oleh Pengurus dan Perangkat Manajemen. Pengurus Koperasi bertugas merumuskan kebijakan untuk dibahas dan disetujui oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT). Operasional kebijakan Koperasi dilaksanakan oleh Perangkat Manajemen yang dikoordinir oleh seorang Manajer. Dalam operasionalisasinya, Manajer Koperasi dibantu oleh Assisten Manajemen.

 

Berdasarkan lingkup usahanya.

Manajemen Koperasi dibagi menjadi tiga divisi dan tiga bagian. Setiap divisi dan bagian dikoordinir oleh seorang Kepala. Ketiga divisi tersebut adalah Divisi Susu Segar, Divisi Simpan Pinjam, dan Divisi perdagangan dan Jasa.

Sebaliknya, ketiga bagian dalam manajemen Koperasi terdiri dari Bagian Produksi Susu, Bagian Pakan Ternak dan Bagian Keswan/IB. Secara keseluruhan Koperasi memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang terlibat langsung dalam pengelolaan Koperasi sebanyak 355 orang

5ee862_ca37bc0b5ce54bfa83668a8b802d53b4~
Anggota

Keberadaan KPSP Setia Kawan diminati dan dibutuhkan oleh masyarakat.  Ini terlihat dari jumlah  anggota Koperasi (60% peternak dan 40% petani) terus meningkat tiap tahun. Dalam periode 2013-2019, jumlah anggota Koperasi naik 4,2%/tahun, dari 8.110 orang  tahun  2013  menjadi  10.147 orang pada tahun 2019. Anggota Koperasi tersebut berasal dari 16 desa, meliputi 11 desa di kecamatan tutur, tiga desa di Kecamatan Puspo dan dua desa di Kecamatan Pasrepan, semuanya di Kabupaten Pasuruan.

WhatsApp Image 2020-12-31 at 07.13.03 (1

Pengurus 2014 - 2018

Ketua : H.M. Koesnan, SE

Ketua 1: Ir. H.SS. Sulistyanto, MM

Ketua II : H. Juriyanto, SE

Sekretaris : Kumanan

Bendahara : H.Farhan Susanto, SE

Pengurus Bidang      : 

  •   H. Sutrikno ( Bid. peternakan )

  •   H. Wijayanto ( Bid. Produksi )

Dewan Penasehat:

  • H.R. Noerwyndho, SE

  • H.M. Soeprapto, Spd.MM

  • H. Hariyanto, SE

Pengawas 2018 - 2021

Koordinator :

Mulyono. S.Pdi ( 2017 - 2019 )

Anggota :

Sumaryono ( 2018 - 2020 )  

Anggota :

Ariyanto  ( 2019 - 2021 )   

Manajer :

H. Farhan Susanto, SE

WhatsApp Image 2020-12-31 at 07.13.02 (1

Manajemen KPSP

H.M. Koesnan, SE

Ketua Umum

Menjadikan Koperasi Modern & Sejahtera

Ir. H.SS. Sulistyanto, MM

Ketua 1

Koperasi Maju. Peternak Sejahtera

H.Farhan Susanto, SE

Manajer

Koperasi Maju. Peternak Sejahtera

 

SDM KPSP

 

Populasi & Produksi

 

Kepemilikan Sapi Perah

Pola Gaduhan

Dasar Hukum

  • Program Kerja Tahun Buku 1988

  • SK Pengurus No.022/B/SK/2/1988

Pola Guliran

Dasar Hukum

  • SK Menakop RI  No.99.1/Kep/M.KUKM/VII/2003

  • Program Kerja: Tahun Buku 2004

  • SK. Pengurus  : 244/B/SK/VI/2003

 

Pola Gaduhan

Pola Guliran

Pola Gaduhan

Ketentuan Pola Gaduhan :

  • Anak pertama milik koperasi

  • Anak kedua milik anggota

  • Hasil susu segar milik anggota

  • Massa pola gaduhan adalah 6x beranak

Pola Guliran

Ketentuan Pola Guliran :

  • Anak pertama milik koperasi

  • Anak kedua milik koperasi

  • Anggota wajib menggulirkan 2 ekor

  • Induk milik anggota

  • Hasil susu segar milik anggota

Euro
Bar Chart
Modal Usaha

Modal Koperasi berasal dari dua sumber, yaitu modal sendiri dan modal dari luar. Modal sendiri merupakan modal yang dikumpulkan dari anggota, sedangkan modal dari luar diperoleh Koperasi dari Lembaga Keuangan Resmi dalam bentuk pinjaman atau kredit. Khusus modal sendiri, tahun 2019 terjadi peningkatan 17,1% dibanding tahun 2018.

 
Fasilitas

Untuk mendukung kinerjanya, KPSP Setia Kawan memiliki berbagai fasilitas, antara lain: 

  1.  Kantor Pusat.

  2. Minimarket, Kedai Susu, dll.

  3. Pos Penampungan Susu (PPS).

  4. Transportasi.

  5. Farm.

  6. Pabrik Pakan.

  7. Kandang Percontohan.

  8. Kebun Percobaan & Percontohan

KPSP Tampak Depan.png
office_edited.jpg
Kantor Pusat

Kantor pusat Koperasi terletak di Kec. Tutur, Kab. Pasuruan menempati areal seluas 2.750 m2,  dengan  bangunan dua tingkat. Di samping  sebagai tempat kerja Pengurus dan Manajemen Koperasi, kantor ini difungsikan sebagai pusat pelayanan Koperasi kepada anggota, meliputi tempat penampungan susu, tempat pertemuan, dan transaksi keperluan anggota (simpan pinjam dsb).

gerbang.png
kedai susu.png

Unit Usaha KPSP

Minimarket, Kedai Susu, dll

Minimarket_edited.jpg
TPS4-removebg-preview_edited_edited_edit
Pos Penampungan Susu

Untuk memudahkan peternak menyetorkan susu segar hasil perahannya ke Koperasi. KPSP Setia Kawan menyediakan Pos Penampungan Susu (PPS), yang dilengkapi dengan pendingin, genset dan alat uji kualitas. Saat ini terdapat sebanyak 33 unit PPS, tersebar di kawasan usaha ternak sapi  perah anggota di dan luar Kecamatan Tutur.  PPS ini dibuka dua kali sehari, pagi (pukul 05.00-06.30) dan sore (pukul 14.30-16.00). Sebelum diterima, susu-susu segar yang disetor peternak diperiksa kualitasnya oleh petugas. Di tempat ini juga disediakan kartu untuk masing-masing peternak, berisi informasi jumlah dan kualitas susu yang disetor, dan catatan kejadian-kejadian pada ternaknya seperti adanya gejala sakit, birahi dsb. Di samping itu, PPS juga berfungsi sebagai tempat distribusi pakan ternak dari Koperasi ke anggota.

Pabrik Pakan.jpg
Pabrik Pakan Ternak

KPSP Setia Kawan memiliki Pabrik Pakan Ternak (Feed Mill) untuk mendukung kebutuhan anggotanya dan peternak. 

© Copyright 2021. KPSP Setia Kawan
​All Rights Reserved.

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube